| Android Authority |
Sejalan dengan makin populernya OS Android muncul sebuah istilah bernama Rooting. Sebenarnya apa itu Root Android atau Rooting Android? Rooting Android merupakan proses untuk mendapatkan akses penuh atas sistem Android. Kemudian menjadikan kita sebagai Super User yang bisa dengan leluasa memasuki kawasan sistem android. Termasuk mendekati kernel atau inti sistem Android tersebut. Bisa dikatakan Rooting merupakan aktifitas membobol sistem Android. Kalau di Symbian biasanya disebut Hack sedangkan iPhone disebut JailBreak. Pertanyaannya, apakah Rooting Android itu dipebolehkan? Halalkah?
Pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya Root Android memang belum jelas jawabannya. Boleh atau tidaknya. Ada yang mengatakan kalau Android sudah di Root maka garansi akan hilang. Dari sini berarti pihak produsen ponsel tidak merestui pengguna untuk melakukan Root pada Androidnya. Dengan kata lain vendor tersebut tidak memperbolehkan atau melarang Rooting Android. Itu kalau dipandang dari pihak produsen. Lalu bagaimana dimata pengguna.
Meski mempunyai banyak kelebihan namun nyatanya smartphone dengan OS Android juga mempunyai kekurangan. Salah satu kekurangan tersebut yang juga jadi problem saya adalah banyak aplikasi yang hanya bisa dipasang pada memory internal. Nah, masalahnya memory internal Samsung Galaxy Gio kan kecil, cuma 158 MB. Bayangkan, untuk sebuah aplikasi seperti Facebook saja bisa memakan memory sampai 10 MB, belum yang lain-lain. Dengan segudang aplikasi yang ingin saya install tentu memory segitu tidak lah cukup. Dan salah satu solusi untuk mengatasi masalah itu saya temukan dengan melakukan Root. Jadi menurut saya sebagai pengguna, Rooting Android boleh-boleh saja. Toh itu berguna juga. Lalu bagaimana tanggapan Google mengenai boleh atau tidaknya Root Android.
Inilah inti tulisan ini. Google selaku pemilik OS Android tentu sudah tahu kalau banyak pengguna Android yang melakukan Rooting. Apakah Google mengizinkan Root Android atau tidak? Jawaban saya Google menyetujui dan menghalalkan Rooting Android. Kenapa, bagaimana dan apa alasannya? Begini ceritanya. Dahulu kala…
Tahu aplikasi bernama Titanium Backup? Aplikasi ini bisa ditemukan di Google Play Store. Padahal aplikasi ini membutuhkan akses root agar bisa berjalan di Android. Sebuah aplikasi bisa masuk ke Play Store tentu sudah melalui tahap seleksi dari Google. Dan ada kriteria khusus agar sebuah aplikasi bisa terpajang di Play Store. Ini berarti sebuah aplikasi yang hanya bisa dipasang jika perangat sudah di Root juga masuk kriteria aplikasi layak pasang. Artinya Google menyetujui keberadaan aplikasi yang membutuhkan akses root di toko aplikasinya. Logikanya, kalau aplikasi seperti itu saja disetujui berarti Google seharusnya juga menyetujui root Android. Bagaimana aplikasi tersebut bisa dipasang kalau belum di root. Hal ini lah yang membuat saya menyatakan kalau Google menghalalkan Rooting Android. Ini pendapat saya.
Percaya atau tidak silakan dipikirkan sendiri. Yang jelas bila dengan di root akan lebih berguna maka lakukanlah. Namun perlu diingat, jika Android sudah di root maka perangkat tersebut lebih rentan terinfeksi malware. Karena akses ke sistem telah dibuka secara leluasa setelah Android di root.[farr]
No comments:
Post a Comment
Pembaca yang bijak selalu meninggalkan jejak.
Silakan berikan komentar berupa tanggapan, sanggahan, kritik, saran maupun pertanyaan dengan baik dan sopan
Yang follow MiniPici WeBlog konfirmasi ya! Nanti saya follow balik