Aug 7, 2012

Sejarah Sukses Android di Tangan Google

   Saat ini Android menjadi sistem operasi yang paling banyak digunakan pada perangkat seluler(smartphone) dan tablet. Kesuksesan Android menjadi sistem operasi perangkat mobile tentu tak lepas dari campur tangan pemiliknya, yaitu Google. Sejarah Android sebagai sistem operasi mobile populer dimulai ketika Google mengakuisisi Android Inc. pada Juli 2005 lalu. Sebuah perusahaan pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Sejak itu Andy Rubin dkk selaku pendiri Andoid Inc. mulai bekerja untuk Google. Larry Page dan Sergei Brin sepertinya tertarik untuk mengembangkan Android saat mengikuti kuliah yang dibawakan Andy Rubin. Entah bagaimana cara Rubin membawakan materi kuliahnya yang saat itu dihadiri oleh duo pendiri Google(Larry Page dan Sergei Brin) sehingga mereka kepincut untuk meminang perusahaan kecilnya. Bukan hal sulit bagi Google untuk membeli perusahaan Andy Rubin. Dan keadaan pun mulai berubah drastis untuk Rubin, dan timnya(Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White).

   Rubin memimpin tim baru di bawah naungan Google dan diberi tugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Selang dua tahun kemudian(2007), Google mulai mendaftarkan hak paten aplikasi telepon seluler. Menandakan tim Rubin telah berhasil melahirkan sistem operasi perangkat seluler yang diharapkan Google, yaitu Android. Perangkat seluler yang pertama menggunakan sistem operasi Android adalah HTC dengan seri HTC Dream atau T-Mobile G1 yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Android terus mengalami perubahan dan perbaikan. Android versi 1.1 yang dirilis Google pada 9 Maret 2009, sudah ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email. Lalu pada pertengahan Mei 2009 dirilis pula Android versi 1.5(Cup Cake). Demikian seterusnya muncul versi Android berikutnya dalam rentan waktu yang cukup singkat.
Untuk pendistribusian sistem operasi Android terdapat dua jenis distributor. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mobile Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD). GMS inilah yang membuat peran serta Google membesarkan Android terlihat. Dapat terhubung dengan layanan Google seperti Google Play, Gmail, Google Maps Google Contact dan Google Calendar dilihat oleh vendor perangkat keras akan mampu menjadikan ponsel Android besutan mereka bernilai lebih. Meski untuk memperoleh izin penggunaan sistem operasi Android berlisensi GMS harus membayar kepada Google, namun nyatanya banyak vendor perangkat keras(produsen ponsel pintal dan tablet) yang bersedia melakukan itu. Layanan Google ini memang sangat powerfull. Inilah Google dengan sistem operasi Androidnya.

Smartphone Android Google
   Google juga meluncurkan ponsel pintarnya sendiri yaitu Nexus One. Telepon seluler ini hasil kerjasama dengan HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010. Google Nexus One menggunakan Android OS versi 2.1(Eclair). Kemudian hasil kerjasama dengan Samsung melahirkan Nexus S yang bersistem operasi Android 2.3(Gingerbread). Pertama kali dirilis pada 16 Desember 2010 di Amerika Serikat. Masih dengan Samsung, Google kembali meluncurkan ponsel pintar bernama Galaxy Nexus. Kali ini sistem operasinya sudah Android versi 4.0(Ice Cream Sndwitch) dan rilis pertama pada 19 Oktober 2011 di Hongkong.
Hingga artikel ini terbit, Android telah mencapai versi 4.1 yang disebut sebagai Jelly Bean.
   Peran serta Google dalam mengembangkan sistem operasi Android terbilang besar. Walaupun ada Open Handset Alliance atau OHA, yaitu konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia juga Google sendiri. Namun Google secara tersendiri mengembangkan Android. Sejak awal Android adalah milik Google. Jika lisensinya dibuat open source itu bertujuan agar mengembangannya bisa lebih bagus. Serta agar bisa digunakan oleh banyak kalangan vendor perangkat keras.

2 comments:

  1. Mantaaabs kang,
    saya juga menjadi salah satu pengguna OS Android ini :)

    salam,

    ReplyDelete

Pembaca yang bijak selalu meninggalkan jejak.
Silakan berikan komentar berupa tanggapan, sanggahan, kritik, saran maupun pertanyaan dengan baik dan sopan

Yang follow MiniPici WeBlog konfirmasi ya! Nanti saya follow balik